Sigap dan Humanis, Rutan Pekalongan Berikan Layanan Prioritas bagi Pengunjung

    Sigap dan Humanis, Rutan Pekalongan Berikan Layanan Prioritas bagi Pengunjung
    Sigap dan Humanis, Rutan Pekalongan Berikan Layanan Prioritas bagi Pengunjung

    Pekalongan - Selasa pagi, 30 Desember 2025 saat pelayanan berlangsung, salah satu pengunjung diketahui dalam kondisi sakit dan tidak mampu berjalan sendiri.

    Melihat kondisi tersebut, Duta Layanan Rutan Pekalongan dengan cepat memberikan bantuan berupa kursi roda agar pengunjung tetap dapat mengakses layanan kunjungan dengan aman dan nyaman.

    Tidak berhenti di situ, Duta Layanan juga memberikan pendampingan penuh melalui jalur prioritas. Pengunjung dituntun mulai dari proses pendaftaran, menuju area kunjungan, hingga bertemu dengan warga binaan, serta didampingi kembali hingga keluar dari area rutan setelah kunjungan selesai.

    Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa, “Sudah menjadi tugas kami untuk memastikan seluruh pengunjung, termasuk pengunjung prioritas, dapat mengakses layanan dengan layak dan manusiawi, ” ungkapnya.

    Sebagai bentuk kesiapan, Rutan Pekalongan telah menyediakan sarana dan prasarana pendukung bagi pengunjung prioritas, seperti kursi roda, jalur khusus, serta pendampingan petugas agar seluruh masyarakat dapat merasakan pelayanan yang setara, aman, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

    Foto: Rendra
    Kontributor: Anam
    Editor: Tim Humas Rutan Pekalongan

    pekalongan terkini rutan pekalongan
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Lapas Pekalongan Gelar Pelantikan Pejabat...

    Artikel Berikutnya

    Lapas Pekalongan Gelar Bakti Sosial, Bagikan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri Keuangan Respons Pengunduran Diri Dirut BEI: Bentuk Tanggung Jawab
    Pungli PKL Undip Pleburan: Disdag Semarang Ungkap Motif Oknum Ormas
    Dirut BEI Mundur Pasca IHSG Longsor, Berharap Pulihkan Kepercayaan Pasar
    Yayasan Angling Dharma Bantah Terlibat Pungli PKL Pleburan
    BPK Ungkap Kerugian Negara Kasus Minyak: Rp 2,7 Miliar Dolar dan Rp 25 T

    Ikuti Kami